Pembelajaran Pertama di Masa Covid 19
Hari pertama masuk sekolah seharusnya sudah dimulai sejak Senin, 13 Juli 2020. Tetapi kondisi masih tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka. Dengan demikian kegiatan tatap muka di sekolah pada saat PSBB Proporsional ini tidak diperkenankan, hal ini bertujuan untuk menjaga anak-anak kita dan insan pendidikan dari kemungkinan terjadinya penularan Covid-19. Maka untuk KBM seperti biasa terpaksa di tunda sampai diijinkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.
Salah satunya di SMAN 16 Semarang yang menggunakan aplikasi daring untuk menggantikan KBM tatap muka. Aplikasi ini mempermudah kegiatan belajar mengajar secara online untuk siswa dan guru. Aplikasi ini bermacam-macam fiturnya yang memuat video, audio, gambar, hingga animasi interaktif. Jadi, kegiatan belajar tidak akan membosankan.
Media daring dirasa sangat efektif sebagai langkah solutif untuk mencegah penyebaran Covid-19 di lingkungan pendidikan. Guru hanya memberikan soal yang nantinya dikirim melalui ponsel/laptop peserta didik atau orang tua. Kemudian peserta didik tinggal megerjakan tugas dari guru. Hasil pekerjaan atau tugas tersebut dikirim kembali kepada guru melalui WA, aplikasi, atau dikumpulkan pada saat masuk sekolah.
Jadwal pembelajaran online pun dimulai pukul 08.00 - 11.30 tidak seperti KBM biasanya. Tidak semua siswa mengikuti pembelajaran online. Karena mungkin ada yang menyepelekan atau malas mengikuti pembelajaran online ini.
MPLS tahun ajaran 2020/2021 pun dilakukan secara online. Tetapi tidak meninggalkan tujuan MPLS yaitu untuk mengenali potensi siswa baru.
Membantu siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan sekitarnya, seperti aspek keamanan, fasilitas umum, dan sarana dan prasarana sekolah.
Menumbuhkan motivasi dan semangat cara belajar yang efektif bagi siswa baru.
Mengembangkan interaksi yang positif antara siswa dan warga sekolah lainnya.
Menumbuhkan perilaku positif antara lain, kejujuran, kemandirian, sikap saling menghargai, dan sebagainya.
Adapun kendala saat menggunakan aplikasi daring ini. Contohnya sinyal yang tidak bagus, apalagi untuk daerah yang terpencil. Ada juga yang boros kuota data. Dan untuk menggunakan aplikasi daring ini diharuskan mempunyai alat elektronik (HP/Komputer) yang bisa digunakan untuk pembelajaran online, untuk anak yang tidak mempunyai HP/Komputer akan sangat kesusahan.
Banyaknya tugas dari guru seringkali menjadi kendala dalam pembelajaran daring. Beban belajar peserta didik tentunya harus diperhitungkan, terukur, baik secara materi maupun waktu.
Saya sebagai siswa menyarankan untuk pihak sekolah memberikan keringanan, contohnya memberikan kuota data secara percuma. Diharapkan siswa juga menggunakan kuota data yang di beri sekolah untuk digunakan secara bijak sebagai kebutuhan pembelajaran.
Apresiasi kepada pekerjaan peserta didik perlu diberikan guru agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Meskipun pembelajaran jarak jauh, sapaan, respon, dan umpan balik atau penghargaan terhadap tugas yang dikerjakan merupakan hal yang tidak boleh dilupakan.
OLGA YUNI C.N/XIIMIPA1/26