PERJUANGAN MENGHADAPI DISENTEGRASI BANGSA

A. Pemberontakan PKI Madiun
          Termasuk pergolakan yang berkaitandengan ideologi. Tokohnya yaitu Amir Sjarifuddin, Moh Hatta, Musso, RM Suryo, Moewardi, Kolonel Sadikin, Kolonel Sungkono, Gatot Subroto, Kolonel A.H Nasution.
          Faktor penyebab Pemberontakan PKI Madiun tahun 1948:
1. Keputusan Perjanjian Renville
          Dimana Belanda dianggap menjadi pihak yang paling diuntungkan dan pihak Amir kemudian menjadi jatuh dan banyak sekali rakyat atau petinggi yang menyalahkan Amir, dimana kala itu Amirlah yang menjadi bagian Indonesia sebagai perwakilan.
          Dan hasil akhir dari perjanjian Rnville sangat tidak menguntungkan dan membuat status Indonesia semakin tidak jelas. Ini dikarenakan isi dari perjanjian Renville yang merugikan Indonesia tersebut.
2. Pembentukan FDR
         Amir yang kala itu telah memberikan mandat kepada pemerintahan menjadi bagian dari partai oposisi di kabinet susunan Hatta, Kemudian Amir menyususn sebuah front demokrasi rakyat atau yang dikenal dengan istilah FDR. ini adalah golongan yang menyatukan komunis dan golongan sosialis kiri. bahkan dengan adanya pembentukan ini, makin banyak hal negatif yang terjadi dan ini menyebabkan banyaknya masalah di RI. Karena mereka memang mencoba membuat sebuah gerakan baru dan berniat menggantikan sistem pemerintahan RI kala itu.
3. Menyerang Kawanan Buruh
         Bahkan kelompok ini  melakukan gerakan yang berdampak buruk, mereka menghasut kamun buruh agar bisa melakukan aksi mogok kerja dan ini akan menjadi salah satu pengecaman ekonomi pada tanggal 5 Juli 1948 di daerah pabrik karung Delangu. Hingga akhirnya kawanan buruh yang terhasut banyak mengikuti gerakan PKI dan juga ditambah dengan para petani yang juga ikut termakan hasutan mereka.
4. Perebutan Pimpinan Kekuasaan RI
         Musso sebagai pemimpin PKI yang nyatanya memang ingin berusaha merebut kursi pimpinan pemerintahan RI dan membuat partai komunis menguasai daerah RI. Diman kala itu mereka berusaha untuk memunculkan sebuah skema dan menginginkan deklarasi pemerintahan Indonesia yang menganut faham komunis
5. Munculnya Doktrin Baru
         Dengan ini, Musso menyatakan sebuah doktrin dan politik baru dinamakan jalan baru. Dimana ia mengembangkan doktrin tersebut dikalangan partai buruh, partai sosialis dan yang lainnya sebagai anggota PKI. Bahkan ia dan Amir kala itu mendeklarasikan pimpinan dibawah tangannya dan Amir. Mereka bahkan memporak porandakan kepercayaan dengan melakukan penghasutan dan membuat semua golongan menjadi bermusuhan dan mencurigai satu sama lain.
6. Penolakan Rasionalisasi Kabinet Hatta
         Kabinet yang disusun oleh Hatta juga mendapat serangan dari PKI. Dimana kabinet tersebut kala itu tetap melakukan rasionalisasi dan reorganisasi. Oleh karena itu, ada tetapan presiden pada tanggal 2 Januari 1948 untuk melaksanakan gerakan rasionalisasi dalam upaya perperangan.
       
B. DI/TII
            DI/TII termasuk pergolakan yang berkaitan dengan Ideologi. Tokohnya yaitu  Sekarmaji Marijan Karto Suwiryo di Jawa Barat, Amir Fatah di Jawa Tengah, Daud Beureueh di Aceh, Ibnu Hajar di Kalimantan Selatan, Kahaz Muzakar di Sulawesi. 
            Faktor penyebab terjadinya pemberontakan  Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII):
1. Berusaha mendirikan negara berpaham Islam di Jawa Barat. Pemberontakan ini kemudian diikuti oleh pemberontakan serupa di Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Jawa Tengah. 
2. Penolakan Perjanjian Renville, yang menempatkan daerah Jawa Barat di wilayah kekuasaan Belanda.
          Kartosuwiryo bahkan memerintahkan percobaan pembunuhan atas Presiden Soekarno pada 30 November 1957 di Peristiwa Cikini. Pemberontakan ini baru berakhir setelah Kartosuwiryo tertangkap pada Juni 1962. 

C. APRA
            APRA termasuk pergolakan yang berkaitan dengan Kepentingan. Tokohnya yaitu Raymond Pierre Paul Westerling, Syarif Abdul Hamid Al Kadrie, Anwar Tjokroaminoto, Komisarsi Besar Jusuf, R.A.A Male Wiranatakusumah.
            Faktor penyebab peristiwa pemberontakan yang dilakukan oleh APRA:
1. Dibubarkannya negara bagian bentukan Belanda di RIS yang bergabung kembali ke Republik Indonesia.
2. Bekas anggota KNIL yang tetap menginginkan sebagai tentara bagi Negara Pasundan itu membentuk Angkatan Perang Ratu Adil. Mereka bahkan memberi ultimatum kepada pemerintah RIS agar tetap diakui sebagai Tentara Pasukan dan menolak segala upaya pembubaran terhadap negara bagian tersebut.

D. G30S/PKI
            G30S PKI termasuk pergolakan yang berkaitan denganIdeologi. Tokohnya yaitu Panglima Angkatan Darat Letjen TNI Ahmad Yani, Mayjen TNI R. Suprapto, Mayjen TNI M.T. Haryono, Mayjen TNI Siswondo Parman, Brigjen TNI DI Panjaitan, Brigjen TNI Sutoyo, Siswomiharjo, Letnan Pierre Tendean.
          Faktor penyebab atau latar belakang pemberontakan G30S/PKI:
1. Permasalahan dalam kudeta disetiap negara,  Ekonomi Indonesia sedang terpuruk pada tahun 1965 dimana hal ini menyebabkan dukungan dari rakyat kepada Presiden Soekarno berkurang. Ditambah lagi dengan kebijakan “Ganyang Malaysia” yang dianggap akan memperparah kondisi ekonomi Indonesia saat itu, kepercayaan masyarakat Indonesia dan militer mencapai titik terburuk saat itu.
2. Angkatan Kelima Gagasan PKI. Di tahun 1965 itu, PKI mengusulkan kepada Presiden Soekarno untuk menambah angkatan militer yang dinamakan ‘Angkatan Kelima’ diluar dari TNI dan berdiri sendiri. Hal ini tentunya menyebabkan kecurigaan antara pihak militer dan PKI.
3. Kesehatan Presiden Soekarno.
Pada tahun 1964 dikabarkan bahwa Presiden Soekarno sedang sakit parah, tentu saja hal ini menyebabkan kecemasan dan rumor perebutan kekuasaan bila Presiden Soekarno akan meninggal dunia. Akan tetapi, ini sebenarnya diketahui oleh ketua PKI yaitu Aidit bahwa Presiden Soekarno hanya sakit ringan. Jadi kemungkinan sangat besar kalau ini dilakukan oleh pihak ke 3 yang bukan dari Presiden Soekarno maupun PKI, bagaimanapun juga, kecemasan akibat isu kesehatan ini tetap menjadi salah satu penyebab G30S PKI.
4. Permusuhan Dengan Malaysia.  PKI yang menghasut Presiden Soekarno untuk bersikap lebih tegas dan menolak negosiasi yang diusulkan oleh Presiden Pilipina dan Perdana Mentri Malaysia saat itu. Rakyat Malaysia saat itu yang menyerbu gedung KBRI dan membuat PM Malaysia saat itu Tunku Abdul Rahman dipaksa menginjak lambang negara Indonesia. Aksi ini membuat Presiden Soekarno sangat murka dan membuat gerakan “Ganyang Malaysia” untuk balas dendam terhadap aksi itu, tentu saja hal ini tidak didukung penuh oleh Militer.
5. Amerika Serikat Sebagai Aktor Dibalik Layar. Pemerintahan Indonesia saat itu tidak jatuh kedalam kuasa PKI yang merupakan partai komunis. Dengan kedekatan Presiden Soekarno yang sangat erat dengan PKI.

E. Andi Aziz
              Pemberontakan Andi Aziz termasuk pergolakan yang berkaitan dengan kepentingan. Tokohnya yaitu Kapten Andi Azis, Letnan Kolonel Suharto dan Kolonel Alexander Evert Kawilarang, Letnan Kolonel Ahmad Yunus Mokoginta.
             Faktor penyebab Pemberontakan Andi Aziz
1. Menuntut agar pasukan bekas KNIL saja yang bertanggung jawab atas keamanan di Negara Indonesia Timur.
2. Menentang masuknya pasukan APRIS dari TNI
3. Mempertahankan tetap berdirinya Negara Indonesia Timur.

F. RMS
           Pemberontakan RMS termasuk pergolakan yang berkaitan dengan kepentingan. Tokohnya yaitu Dr. Johannes Leimena, Brigardir Jenderal Slamet Riyadi, dan Kolonel Alex Kawilarang
           Faktor penyebab pemberontakan RMS:
1. Kekecewaan para bekas prajurit KNIL.
2. Tidak setuju atas pembubaran NIT (Negara Indonesia Timur) dan kembalinya Indonesia menjadi negara kesatuan.
3. Keinginan beberapa tokoh seperti Soumokil yang ingin mendirikan negara sendiri

G. PRRI Permesta
            RRI Permesta termasuk peegolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan. Tokohnya yaitu Letnan Kolonel Ahmad Husein, Mr. Sjafruddin Prawiranegara, Mr. Assaat Dt. Mudo, Maluddin Simbolon, Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo, Moh. Syafei, J.F. Warouw, Saladin Sarumpaet, Muchtar Lintang, Saleh Lahade, Ayah Gani Usman, Dahlan Djambek, Letkol Ventje Sumual, Kapten Wim Najoan, Mayor Eddy Gagola, Mayor Dolf Runturambi, Kolonel D. J. Somba, Kolonel Alexander Evert Kawilaran.
            Faktor penyebab pemberontakan PRRI:
1. Masalah otonomi daerah serta perimbangan keuangan antara pusat dan daerah.
2. Masalahnya yaitu saat pembentukan RIS tahun 1949 bersamaan dengan dikerucutkan Divisi Banteng hingga hanya menyisakan 1 brigade saja.
3. Brigade tersebut diperkecil menjadi Resimen Infanteri 4 TT I BB. Kejadian itu membuat para perwira dan prajurit Divisi IX Banteng merasa kecewa dan terhina, karena mereka merasa telah berjuang hingga mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan Indonesia. 

H. BFO
            BFO termasuk pergolakan yang berkaitan dengan sistem pemerintahan. Tokohnya yaitu Anak Agung Gde Agung (Negara Indonesia Timur), R.T Adil Puradiredja (Pasundan), Sultan Hamid II (Borneo Barat), dan T. Mansoer (Sumatera Timur). 
            Faktor penyebab terjadinya pemberontakan BFO:
1. Latar belakang persoalan negara federal dan konferensi pembentkan Badan Permusyawaratan Federal (BFO) pada 27 Mei 1948 dilatarbelakangi oleh sikap Belanda yang tidak mau mengakui kedaulatan Negara Republik Indonesia, meskipun dalam hal ini Indonesia telah menyatakan merdeka melalui Proklamasi 1945.
2. Kedatangan Belanda pasca proklamasi membuat haluan politik Indonesia berubah. Jika awalnya Indonesia menyakan sebagai negara kesatuan, maka dengan ancaman kedatangan belanda Soekarno mengubah bentuk negara kesatuan menjadi federal yang dipimpin oleh Sjahrir. Alasannya, van Mook yang merupakan pimpinan tidak mau berunding dengan Soekarno. Perubahan bentuk negara ini hanya bersifat politis.

OLGA YUNI C.N/XIIMIPA1/25